Berpikir Kritis

Manfaat dan Fungsi Berpikir Kritis Dalam Proses Asuhan Keperawatan

Berpikir kritis sangat diperlukan oleh perawat dalam memberikan asuhan keperawatan kepada pasien. Perawat dalam memberikan asuhan keperawatan pada pasien selain dituntut untuk memiliki keterampilan sesuai dengan kompetensinya juga harus mampu berpikir kritis, sehingga pekerjaan menjadi lebih praktis, efektif, dan bekerja sesuai dengan standarnya. Beberapa manfaat dan fungsi berpikir kritis dalam keperawatan sebagai berikut:
1. Penggunaan proses berpikir kritis dalam aktifitas keperawatan sehari-hari.
2. Membedakan sejumlah penggunaan dan isu-isu dalam keperawatan.
3. Mengidenrifikasi dan merumuskan masalah keperawatan.
4. Menganalisis pengertian hubungan dari masing indikasi, penyebab dan tujuan, serta tingkat hubungan.
5. Menganalisis argumen dan isu-isu dalam kesimpulan dan tindakan yang dilakukan.
6. Menguji asumsi-asumsi yang berkembang dalam keperawatan.
7. Merumuskan dan menjelaskan keyakinan.
8. Memberikan alasan-alasan yang relevan terhadap keyakinan dan kesimpulan yang dilakukan.
9. Merumuskan dan menjelaskan nilai-nilai keputusan dalam keperawatan.
10. Mengevaluasi penampilan kinerja perawat dan kesimpulan asuhan keperawatan.



Referensi:
https://osf.io/hvnfb
https://www.researchgate.net/publication/336105512_MANFAAT_DAN_FUNGSI_BERPIKIR_KRITIS_DALAM_KEPERAWATAN
www.poltekkeskupang.ac.id



Komentar

Posting Komentar