Komunikasi Terapeutik
Fase Hubungan Komunikasi Terapeutik
a.
Fase Prainteraksi
Fase
ini merupakan fase persiapan yang dapat dilakukan perawat sebelumberinteraksi
dan berkomunikasi dengan klien. Pada fase ini, perawat mengeksplorasi perasaan,
fantasi dan ketakutan sendiri, serta menganalisis kekuatan dan kelemahan
profesional diri. Perawat juga mengumpulkan data tantang klien sebagai dasar
dalam membuat rencana interaksi dan membuat rencana pertemuan secara tertulis,
yang aka diimplementasikan saat bertemu dengan klien. Perawat dapat bertanya
kepada dirinya untuk mengukur kesiapan berinteraksi dan berkomunikasi dengan
klien.
Contoh pertanyaan
perawat kepada diri sendiri:
·
Apa yang akan saya tanyakan saat bertemu klien
nanti?
·
Bagaimana respon saya selanjutnya?
·
Adakah pengalaman interaksi yang tidak
menyenangkan?
·
Bagaimana tingkat kecemasan saya?
b.
Fase Orientasi
Fase ini adalah fase awal interaksi antara perawat dengan klien yang bertujuan untuk merencanakan apa yang akan dilakukan pada fase selanjutnya. Fase ini juga disebut dengan fase perkenalkan Pada fase ini perawat melakukan hal-hal berikut:
Memulai hubungan dan membina hubungan saling percaya. Kegiatan ini mengindikasi kesiapan perawat untuk membantu klien.
Memperjelas keluhan, masalah, atau kebutuhan klien dengan mengajukan pertanyaan tentang perasaan klien.
Merencanakan kontrak/kesepakatan yang meliputi lokasi, kapan dan waktu pertemuan. Materi yang akan diperbincangkan dan mengakhiri hubungan sementara.
Kegiatan
Utama yang Harus Dilakukan Perawat Pada Fase Orientasi:
Memberikan salam terapeutik
Memperkenalkan diri perawat
Contoh: “Apa benar dengan Ibu Nina?”,“Perkenalkan saya perawat Sekar Nur Utami yang bertugas pada pagi hari ini mulai dari pukul 07.00-14.00”
Evaluasi dan validasi perasaan klien
Contoh: “Bagaimana perasaan Ibu hari ini? Ibu tampak segar ya hari ini”
Melakukan kontrak hubungan dengan klien meliputi kontrak tujuan interaksi, kontrak waktu, dan kontrak tempat.
c.
Fase Kerja
Fase ini adalah fase terpenting karena
menyangkut kualitas hubungan perawat- klien dalam asuhan keperawatan. Selama
berlangsungnya fase kerja ini, perawat tidak hanya mencapai tujuan yang telah
diinginkan bersama, tetapi yang lebih bermakna adalah bertujuan untuk
memandirikan klien. Pada fase ini, perawat menggunakan teknik-teknik komunikasi
dalam berkomunikasi dengan
klien sesuai dengan
tujuan yang telah ditetapkan (sesuai kontrak).
Contoh:
“Saya akan memasukkan jarum infus ini ke pembuluh darah di tangan ibu”, “Ibu
akan merasakan sedikit sakit tolong ditahan sebentar ya bu”.
d. Fase Terminasi
Pada fase ini, perawat memberi kesempatan kepada klien untuk
mengungkapkan keberhasilan dirinya dalam mencapai tujuan terapi dan ungkapan
perasaanya. Selanjutnya perawat merencanakan tindak lanjut pertemuab dan
membuat kontrak pertemuan selanjutnya dengan klien.
Kegiatan utama yang harus dilakukan pada fase terminasi ini
adalah melakukan evaluasi subjektif dan objektif, merencanakan tindak lanjut
interaksi, dan membuat kontrak dengan klien untuk melakukan pertemuan
selanjutnya.
Contoh komunikasi fase terminasi:
Evaluasi subjektif dan objektif
Rencana tindak lanjut
Kontrak yang akan datang
Sangat bermanfaat kak
BalasHapusTerimakasih kak sangat membantu
BalasHapusWah, mantap nih bermanfaat banget
BalasHapusmantap kak
BalasHapusBermanfaat sekalii
BalasHapusTerimakasih kak sangat bermanfaat
BalasHapusSemangat kak sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat kak
BalasHapusMantap kak
BalasHapus